language Translations "Mbah Google"

ArabicJapaneseChinese SimplifiedRussianEnglish
FrenchGermanSpainItalianDutch


Jumat, 01 Juni 2012

Bermesraan dengan Nissan Evalia di Kota Gudeg

Jum'at, 25 Mei 2012 09:03 wib
Septian Pamungkas - Okezone
detail berita
F: Nissan Evalia (Septian P/Okezone)
YOGYAKARTA - Nissan Evalia sejatinya baru akan diluncurkan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) pada 7 Juni 2012 mendatang. Namun, sejumlah awak media termasuk Okezone, sudah mendapat kesempatan menjajal langsung kemampuan mobil serba guna (MPV) terbaru dari Nissan di Yogyakarta.

Menggunakan Nissan Evalia XV bertransmisi manual yang merupakan tipe terendah, Okezone siap bermesraan dengan Evalia. Kesan pertama saat duduk di belakang lingkar kemudi rasa nyaman sudah mulai terasa.
Jok model semi-bucket langsung memeluk erat punggung. Lingkar kemudi yang rasanya hampir sama ukurannya dengan Grand Livina membuat rasa nyaman kian terasa.

Tidak menunggu lama, Evalia pun meluncur. Tuas persneling yang mudah dijangkau dan perpindahan gigi yang lembut semakin meningkatkan kepercayaan diri untuk lebih dalam mengeksplorasi si anggun, Evalia.

Adapun rute test drive yang dilalui adalah Kaliurang - Bayat - Pantai Sundak - Candi Ratu Boko, dengan mengambil garis start di Kalyana Resort, Kaliurang. Jalan yang kami lalui dihiasi beragam kondisi, mulai dari yang mulus hingga berlubang. Selain itu tanjakan dan turunan yang dilewati sangat menantang.

Diperkuat mesin HR15DE, keagresifan mesin sudah terasa mulai dari putaran bawah. Selain itu mesin ini juga tangguh saat melibas tanjakan terjal di daerah perbukitan menuju Pantai Bayat dan Gunung Kidul.

"Tenaganya lumayan, kalau rasionya rapat seperti ini harusnya tidak boros," ujar wartawan majalah automotif nasional mengomentari mesin Evalia.

Saat melintasi jalan bergelombang di daerah Kaliurang, suspensi menunjukkan performa yang sangat baik. Diperkuat shock MacPherson di depan dan per daun (leaf spring) di sektor belakang setiap lubang yang dihantam dapat diredam dengan baik.

Perjalanan yang memakan jarak 170 km dari Kaliurang hingga Candi Ratu Boko ini nyaman dan tidak terasa lelah meski berjam-jam duduk di belakang setir. Kaca depan dan samping yang luas memanjakan pengemudi untuk menikmati pemandangan indah yang terhampar di Kota Gudeg.
(zwr)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar