language Translations "Mbah Google"

ArabicJapaneseChinese SimplifiedRussianEnglish
FrenchGermanSpainItalianDutch


Kamis, 21 Juli 2011

8 Mitos Mobil Bekas


Membeli mobkas membutuhkan ketelitian dan kesabaran pembeli. Pemeriksaan detail wajib dilakukan untuk mendapatkan kendaraan dengan kondisi terbaik. Sementara kesabaran sangat dibutuhkan kala menawar harga mobil.
Saat negosiasi ini ada beberapa jurus yang kerap dipakai untuk menaikkan atau menurunkan nilai jual sebuah mobil. Seperti mobil eks-perempuan atau dokter, kilometer rendah, nomor polisi cantik, atau tangan pertama.
Padahal kalau dikritisi lebih dalam hal-hal tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan kondisi kesehatan atau nilai jual sebuah mobil. Nah, sekarang mari kita telaah lebih dalam, 8 mitos yang umum digunakan dalam jual-beli mobkas.


1. Mobil eks-perempuan atau eks-dokter

Tidak ada hubungan logis antara gender atau profesi dengan kondisi sebuah mobil. Apakah mobil yang dimiliki perempuan atau dokter otomatis mesinnya selalu lebih sehat atau lebih terawat?

Ini tak lebih sebuah generalisasi dan stereotipe semata. Kesehatan sebuah mobil tidak ditentukan jenis kelamin atau profesi pemiliknya.

Bagus tidaknya kondisi mobil utamanya dipengaruhi oleh perawatan yang dilakukan pemilik. Penggantian oli sesuai jadwal, melakukan servis berkala dan aplikasi car care teratur merupakan sebagian cara mempertahankan kualitas mobil.


2. Tangan pertama

Status mobil “tangan pertama” sering dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai jual. Mobil yang belum pernah berpindah kepemilikan kerap diyakini kondisinya lebih bagus ketimbang mobil yang sudah beberapa kali ganti majikan.

Ini juga sebuah proses pengambilan logika yang salah. Status tangan pertama hanya memudahkan kita menanyakan riwayat mobil dan memastikan keabsahan surat-suratnya. Itu pun kalau yang menjual merupakan pemilik langsung kendaraan tersebut.

Bahkan sering ditemukan kasus mobil masih terdaftar atas nama pemilik, tapi pada kenyataannya sudah beberapa kali berpindah tangan. Hal ini terjadi karena pemilik berikutnya tidak melakukan proses balik nama.


3. Kilometer rendah

Jarak tempuh rendah merupakan daya pikat yang cepat membuat konsumen mobkas tergoda. Jarak tempuh rendah diartikan mobil tersebut memiliki kondisi bagus karena jarang digunakan atau diajak bekerja keras.

Anggapannya mobil yang jarang dipakai kondisi komponennya lebih bagus ketimbang yang sering dipakai. Padahal yang terjadi kerap sebaliknya.

Sering kali pemilik mobil yang nongkrong terlalu lama di garasi mengabaikan jadwal penggantian oli. Ini terjadi karena yang diperhatikan adalah angka di odometer, bukan usia oli. "Kualitas oli akan menurun karena terkontaminasi oleh oksigen,” terang Afat, komandan bengkel AFJ, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Selain itu potensi kerusakan lain juga terjadi di tangki bahan bakar dan knalpot. Dua bagian itu menjadi rawan keropos. “Sokbreker kondisinya juga lebih cepat menurun karena menahan beban statis dalam jangka waktu lama,” imbuhnya lagi.

Bisa juga terjadi, mobil memiliki jarak tempuh rendah, tapi hampir selalu berjalan dengan kecepatan pelan. Kondisi ini justru berdampak pada kesehatannya, karena mobil jarang diajak ‘berolahraga’ alias melaju kencang.

4. Servis teratur di bengkel resmi
Klaim servis teratur di bengkel merupakan satu jurus jualan yang populer. Benar, perawatan berkala akan membuat mobil dalam kondisi prima. Nah, yang mesti diperhatikan adalah jangan lekas mempercayai informasi tersebut.
Minta sang pemilik untuk menunjukkan buku servis berkala yang diberikan pabrikan. Periksa potongan bukti servis yang menempel di buku. Perhatikan juga interval servis dan cap dari bengkel.
Untuk pengecekan, Anda juga bisa meminta data servis yang terekam di bengkel resmi tempat pemilik melakukan perawatan kendaraan. Dengan demikian riwayat servis mobil dan perbaikan yang pernah dilakukan bisa diketahui dengan akurat.


5. Nomor polisi pilihan

Pelat nomor polisi cantik suka dimanfaatkan untuk mendongkrak harga atau nilai jual mobil. Memiliki mobil dengan nomor polisi dengan angka yang bisa membentuk sebuah kata atau kombinasi ‘angka bagus’ merupakan daya tarik tersendiri. Apalagi untuk memiliki nomor cantik mesti mengeluarkan uang lebih.

Akan tetapi tetap saja nomor cantik ini tak ada kaitannya dengan kondisi atau nilai jual mobil. Bahkan ketika Anda melakukan balik nama, nomor tersebut bisa hilang karena perubahan lokasi pendaftaran mobil sesuai KTP.


6. Kelengkapan faktur

Ada atau tidaknya faktur sering dimasukan dalam nilai jual mobil. Mobil bekas yang tidak memiliki faktur sering ditekan harga jualnya. Alasan yang sering dilontarkan ketiadaan faktur ini akan mempersulit proses balik nama.

Faktur merupakan “surat kelahiran” mobil baru yang dikeluarkan ATPM. Faktur sebuah mobil dibuat rangkap empat: 2 lembar untuk disimpan polisi sebagai dasar membuat BPKB dan STNK, 1 lembar untuk dealer yang mengeluarkan mobil, dan 1 lembar diberikan ke pemilik mobil.

Sebagai surat kelahiran, faktur memang sebaiknya disimpan dengan baik. Namun kalau hilang pun, Anda bisa mengurusnya lagi. Biayanya bervariasi mulai Rp 500 ribu hingga 1 juta.

Bahkan jika faktur tidak diurus pun tidak apa-apa. Pasalnya setelah BPKB dan STNK jadi, faktur tak akan digunakan lagi. Baik saat melakukan perpanjangan STNK, balik nama, atau mutasi mobkas, Anda tidak akan diminta untuk menunjukan atau melampirkan faktur asli.

7. Warna mobil

Cat sering dikaitkan dengan harga jual mobil. Kendaraan dengan warna yang tidak populer umumnya harga jualnya diklaim lebih rendah ketimbang yang favorit.

Padahal warna tidak memberikan pengaruh apa-apa pada performa dan kualitas mobil. Makanya tidak ada perbedaan harga jual pada saat membeli di showroom mobil baru.

Dalam bisnis mobkas isu warna sebenarnya berkaitan dengan kemudahan mendapat konsumen. Menemukan calon pembeli yang menyukai mobil berkelir hitam atau silver jelas lebih mudah ketimbang warna pink atau oranye.

Mesti diingat pula efek warna ini berbeda-beda di setiap tipe mobil dan adanya faktor pergeseran selera konsumen. Buat contoh, 5 tahun lalu jarang ada orang mau membeli mobil berkelir putih, tapi kini banyak yang mengincarnya.

8. Mesin halus

Suara mesin yang halus kerap kali dijadikan indikator kesehatan sebuah mobkas. Begitu mendengar suara mesinnya halus, maka langsung dijatuhkan vonis bahwa mesin mobil tersebut sehat.

Suara merupakan satu variabel untuk mengecek kondisi mesin. Tidak hadirnya suara aneh, keras, dan sebagainya dari mesin merupakan sebuah awal yang bagus. Namun Anda masih perlu melakukan pengecekan lebih lanjut.

Misalnya dengan mengecek kondisi oli saat mesin dingin. Melalui sampel oli yang menempel di dipstick, lihat penampilan dan rasakan kekentalan oli menggunakan jari.

Perhatikan juga celah-celah mesin yang memungkinkan terjadinya rembesan oli. Lihat juga asap yang dikeluarkan knalpot. Bila ada asap putih biar tipis sekalipun, mesti diwaspadai adanya oli yang terbakar di dalam mesin.

Terakhir, tentunya dengan merasakan langsung performa mesin alias melakukan test drive. Lihat bagaimana respons mobil dan apakah ada gejala knocking.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar